Ass Wr Wb.
Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT, bahwasanya pada saat ini kita dikaruniai nikmat sehat, nikmat iman, serta nikmat Islam. Sehingga dengan nikmat itu saya dapat menulis artikel ini walaupun dengan berbekal nekad. Pornografi bukanlah godaan yang bersifat mutlak. Ia tetap bisa ditepiskan. Sebagai jalan keburukan sudah pasti ALLAH SWT menunjukan jalan keluar untuk menghindari pornografi. Jalan-jalan itu sudah terbentang didepan mata, namun siapkah kita "menempuh jalan yang terbentang" untuk menempuhnya? Secgai ilustrasi, banyak orang yang berhenti dari perbuatan maksiat, misalnya berjudi, minum miras, narkotik dsb. Namun untuk berhenti dari dosa-dosa yang berhubungan dengan perilaku seks tidaklah mudah. Perilaku seks terkait dengan salah satu kebutuhan biologis dan kenikmatan hidup, bahkan ada yang menyebutnya "surga dunia". Tanpa kemauan yang keras, kita akan sulit menolak godaan-godaan yang menggiurkan itu. Salah satu langkah kongkrit untuk membangun kemauan adalah menyadari dampak buruk yang akan kita tanggung jika terjerumus lingkaran pornografi.
Beberapa dampak buruk pornografi antara lain;
1. Pornografi cenderung menyiksa diri.
Misalnya, setiap hari Anda disuguhi iklan ice cream yang sangat menggiurkan, padahal dokter melarang Anda makan ice cream karena Anda menderita penyakit gula. Jika suguhan iklan itu tetap setia Anda tonton, sedangkan kecil kemungkinan Anda bisa menikmati benda aslinya, sudah tentu anda merasa tersiksa. Bila Anda tetap dalam keadaan seperti itu, bisa jadi Anda akan mengalami sesuatu yang serius, yaitu gangguan jiwa karena terus-menerus menahan keinginan yang bergejolak.
2. Pornografi itu pendakian tanpa ujung.
Setiap pemuda tentu suka mendaki gunung, apalagi bersama teman-teman dan pendakian dilakukan dengan riang gembira. Tapi, bagaimana kegembiraan akan dirasakan jika pendakian tersebut ternyata tidak ada ujungnya? Komandan pendakian setiap kali ditanya, selalu menjawab,"bersabarlah! kita sedang menuju ke puncak. Sebentar lagi sampai."
Pornografi akan terus mengajak kita mendaki, tanpa bisa berharap kelak akan sampai di puncak. Jangan pernah berpikir bahwa produk pornografi itu akan habis. Jika satu bentuk sudah membosankan, akan segera muncul seri-seri berikutnya. Selama masih ada hasrat petualangan seks liar, selama itu pula orang-orang jahat akan terus membuat produk-produk pornografi.
3. Media pornografi akan menguras uang Anda.
Untuk menikmati produk spesial, ada harga khusus yang harus dikeluarkan. Seandainya Anda telah membelanjakan seluruh uang yang Anda miliki untuk membeli produk-produk pornografi, tidak berarti petualangan memburu seks sesaat akan berakhir. Para pedagang pornografi punya 1001 macam cara untuk menguras uang kita. Mereka akan selalu berbisik pelan ditelinga Anda: "Ada barang baru. Ini lebih hot. Dijamin kali ini Anda akan puas 100%. Cepetan beli, persediaan terbatas!"
4. Pornografi akan menjatuhkan harga diri.
Sebagian besar produk pornografi dinikmati secara sembunyi-sembunyi. Kaum pornois sangat takut jika aksinya diketahui orang lain, apalagi oleh kenalan-kenalan dekatnya. Hanya orang-orang tertentu yang sudah putus urat malunya mereka tidak takut dilihat orang.
Sekali Anda ketahuan sedang asyik bergumul dengan benda-benda pornografi, harga diri Anda akan jatuh. Jika Anda seorang aktivis, rekan-rekan sesama aktivis akan menutup telinga dari nasehat-nasehat Anda. Jika Anda seorang pemimpin, para bawahan akan meremehkan Anda. Jika Anda seorang suami anak-isteri Anda akan mencibir, lalu menganggap Anda laki-laki pecundang. Jika Anda seorang pemuda, maka para gadis akan menuduh Anda sebagai lelaki hidung belang.
5. Pornografi bisa menuntun Anda menerjuni praktek seks bebas atau pelacuran. Ini merupakan dampak paling mengerikan dari pornografi, sekaligus paling menyengsarakan.
Jika sadar akan dampak-dampak buruk ini InsyaAllah akan tumbuh kemauan untuk menghindari godaan pornografi. Apa yang bisa didapat dari pornografi? Tidak ada, selain rasa sakit belaka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar